Minggu, 16 Mei 2010

barack obama

Barack Obama lahir di Honolulu, Hawaii, dari pasangan Barack Hussein Obama, Sr., seorang Kenya dari Nyang’oma Kogelo, Distrik Siaya, Kenya, dan Ann Dunham, seorang Amerika Serikat dari Wichita, Kansas.[2] Orangtuanya bertemu ketika bersekolah di Universitas Hawaii, tempat ayahnya belajar dengan status sebagai murid asing.[3] Keduanya berpisah ketika Obama berusia dua tahun dan akhirnya bercerai..[4] Ayah Obama kembali ke Kenya dan melihat anaknya untuk terakhir kalinya sebelum meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun 1982.[5]Setelah bercerai, Dunham menikahi Lolo Soetoro, dan keluarganya pindah ke Jakarta, Indonesia tahun 1967. Obama kemudian bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi di Tebet selama tiga tahun, lalu pindah ke SD Negeri Menteng 1 (atau SD Besuki) di Menteng hingga ia berusia 10 tahun. Obama diketahui masih dapat memahami dan berbicara bahasa Indonesia secara sederhana.[6][7][8]
Ia kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama kakek dan neneknya dan belajar di Sekolah Punahou sejak kelas lima tahun 1971 hingga lulus SMA pada 1979.[9] Ibu Obama kembali ke Hawaii tahun 1972 selama beberapa tahun dan kemudian ke Indonesia untuk menyelesaikan kerja lapangan untuk disertasi doktoral. Ia meninggal karena kanker rahim tahun 1995.[10]Sebagai seorang dewasa, Obama mengakui bahwa ketika SMA ia menggunakan mariyuana, kokain, dan alkohol, yang ia jelaskan pada Forum Sipil Presiden 2008 sebagai kesalahan moralnya yang terbesar.[11]Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles lalu ia belajar di Perguruan Tinggi Occidental selama dua tahun.[12] Ia kemudian dipindahkan ke Universitas Columbia di New York City, dan kemudian ia lulus dalam bidang pengetahuan politik dengan kelebihan pada hubungan internasional.[13] Obama lulus dengan B.A. dari Columbia tahun 1983, kemudian bekerja selama setahun di Business International Corporation[14] dan kemudian di New York Public Interest Research Group.[15]

Barack Obama dibesarkan oleh ibunya, Ann Dunham.
Setelah empat tahun di New York City, Obama pindah ke Chicago, lalu ia menjabat sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah perkumpulan masyarakat berbasis gereja yang sebenarnya terdiri dari delapan paroki Katolik di South Side, Chicago, dan bekerja di sana selama tiga tahun mulai Juni 1985 hingga Mei 1988.[15][16] Selama menjabat sebagai direktur DCP, stafnya bertambah dari satu menjadi tiga belas pendapatan per tahunnya meningkat dari $70.000 menjadi $400.000, dengan keberhasilan meliputi membantu membuat program pelatihan kerja, program pelatihan persiapan perguruan tinggi, dan organisasi hak penjual di Altgeld Gardens, Chicago.[17] Obama juga bekerja sebagai konsultan dan instruktur untuk Gamaliel Foundation, sebuah institut perkumpulan masyarakat.[18] Di pertengahan 1988, ia untuk pertama kalinya mengunjungi Eropa selama tiga minggu dan lima minggu di Kenya, dan ia banyak bertemu saudara Kenya-nya untuk pertama kalinya.[19]Obama masuk Sekolah Hukum Universitas Harvard pada 1988. Pada akhir tahun pertamanya, ia dipilih, menurut kelasnya dan kompetisi menulis, sebagai editor Harvard Law Review.[20] Bulan Februari 1990, di tahun keduanya, ia terpilih menjadi presiden Law Review, sebuah posisi sukarela penuh waktu yang berguna sebagai pimpinan editor dan pemantau 80 editor Law Review.[21] Pemilihan Obama sebagai presiden Law Review berkulit hitam pertama diketahui secara luas dan diikuti oleh beberapa profil yang panjang.[21] Pada musim panas, ia kembali ke Chicago untuk bekerja sebagai associate musim panas di firma hukum Sidley & Austin tahun 1989 dan Hopkins & Sutter tahun 1990.[22] Setelah lulus dengan magna cum laude Juris Doctor (J.D.)[23] dari Harvard tahun 1991, ia kembali ke Chicago.[20]Publisitas dari pemilihannya sebagai presiden Harvard Law Review berkulit hitam pertama membawanya pada kontrak penerbitan dan pembuatan buku mengenai hubungan ras.[24] Dalam usaha untuk merekrutnya ke fakultas mereka, Sekolah Hukum Universitas Chicago menyediakan Obama beasiswa dan kantor untuk membuat bukunya.[24] Ia awalnya berencana menyelesaikan buku tersebut dalam satu tahun, tapi ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama setelah buku ini berubah menjadi memoir pribadi. Untuk bekerja tanpa gangguan, Obama dan istrinya, Michelle, berlibur ke Bali dan ia menulis bukunya selama beberapa bulan. Manuskrip tersebut akhirnya diterbitkan pada pertengahan 1995 dengan judul Dreams from My Father.[24]Obama memimpin Project Vote Illinois mulai April hingga Oktober 1992, dengan registrasi pemilih dnegan sepuluh staf dan tujuh ratus sukarelawan; tujuannya berhasil dengan mendaftarkan 150.000 dari 400.000 orang Afrika-Amerika di negara bagian itu, sehingaga Crain's Chicago Business menempatkan Obama dalam daftar "40 under Forty" tahun 1993.[25]

Kanan ke kiri: Barack Obama dan Maya Soetoro dengan ibunya Ann Dunham dan kakeknya Stanley Dunham di Hawaii (awal 1970-an).
Berawal tahun 1992, Obama mengajarkan hukum konstitusional di Sekolah Hukum Universitas Chicago selama dua belas tahun, menjadi yang pertama dikelompokkan sebagai Penceramah sejak 1992 hingga 1996, dan kemudian sebagai Penceramah Senior sejak 1996 hingga 2004.[26]Ia juga, tahun 1993, bergabung dengan Davis, Miner, Barnhill & Galland, sebuah firma hukum dengan dua belas pengacara yang berpengalaman dalam litigasi hak-hak sipil dan pembangunan ekonomi masyarakat, dan ia adalah seorang associate selama tiga tahun sejak 1993 hingga 1996, kemudian of counsel mulai 1996 hingga 2004, dengan lisensi hukumnya berakhir tahun 2002.[15][27]Obama adalah anggota pendiri dewan direktur Public Allies tahun 1992, mengundurkan diri sebelum istrinya, Michelle, menjadi direktor eksekutif pendiri Public Allies Chicago di awal 1993.[15][28] Ia menjabat dari 1993 hingga 3008 pada dewan direktur Woods Fund of Chicago, yang pada 1985 telah menjadi yayasan pertama yang mendanai Developing Communities Project, dan juga sejak 1994 hingga 2002 pada dewan direktur The Joyce Foundation.[15] Obama bekerja pada dewan direktur Chicago Annenberg Challenge pada 1995-2002, sebagai presiden pendiri dan pimpinan dewan direktur sejak 1995-1999.[15] Ia juga bekerja pada dewan direktur Chicago Lawyers' Committee for Civil Rights Under Law, Center for Neighborhood Technology, dan Lugenia Burns Hope Center.[15]

DINOSAURUS

Dinosaurus
Ahli Brazil Temukan Makhluk Pra-Dinosaurus
Syamsudin Prasetyo.
INILAH.COM, Jakarta – Ahli Paleontologi Brazil menemukan fosil hampir lengkap dan dengan keadaan baik, makhluk predator pradinosaurus yang hidup sekitar 238 juta tahun lalu.
Makhluk yang diberi nama Prestosuchus chiniquensis memiliki tinggi sekitar tujuh meter dan berat 900 kg dan hidup di periode Triassic (250 hingga 200 juta tahun lalu), menurut ahli paleontologi dari Universitas Lutheran Brazil.
Sebuah tim yang dipimpin oleh ahli paleontologi Sergio Furtado Cabreira dan ahli biologi Lucio Roberto da Silva menemukan fosil tersebut di kota Dona Fransisca, 260 kilometer dari Porto Alegre, ibukota negara bagian wilayah selatan Rio Grande do Sul.“Ini adalah sesuatu yang tidak pernah bisa dibayangkan, kualitas dan ukuran fosil tersebut sangat sensasional,” ujar da Silva.
Penemuan tersebut akan memberikan kemampuan kepada kami untuk lebih memahami anatomi Prestosuchus dan membatu membangun struktur tulangnya dengan tepat,” imbuhnya.
“Dari sisa tulang kaki belakang yang masih dalam keadaan baik akan memberikan informasi baru kepada para peneliti tentang proses gerakan dari reptil menakjubkan tersebut,” ujar Furtado Cabreira.
Sisa tulang tersebut ditemukan dalam formasi bebatuan sedimen yang dulu merupakan danau jutaan tahun lalu. Para ahli paleontologi percaya bahwa makhluk herbivora tersebut berhenti minum air dari danau, setelah disergap oleh hewan karnivora seperti Prestosuchus.
Prestosuchus sebagai keluarga dekat buaya, memiliki tulang rahang yang lebar dan dengan gigi terstruktur dan tajam.

BERITA TERKAIT
Arkeolog Temukan Saluran Air Zaman Yesus
Hewan Pelompat Tercepat Seukuran Kutu
Cumi-cumi Raksasa Bukanlah Monster
Terungkap Misteri UFO di Denver
Bahan Kimia Aneh Ditemukan di Galaksi Kita
Ilmuwan Masih Bingung Pria tak Makan 70 Tahun
Asteroid Besar Pallas Bisa Dilihat dari Bumi
Senjata Teror Rahasia Perang Somme Ditemukan
Jamur Monster AS, Makhluk Terbesar di Dunia
Terungkap Perilaku Cumi-cumi Monster Laut
load in : 0.002748966 "
Terungkap, Fungsi Dahi dan Rahang Tebal Pria
Terungkap Spesies Awal Burung Tak Bisa Terbang
Laba-laba Mematikan Gigit Penis Seorang Pria
Mengapa Wanita Terobsesi Punya Dada Besar?
Copepoda Hewan Terkuat di Dunia
Bumi akan Terlalu Panas bagi Manusia
Ditemukan Spesies Katak Unik di India
Peneliti Pecahkan Misteri Hidup di 'Atap Dunia'
Polisi Dibanjiri Laporan UFO Bentuk Pipa
Pesawat NASA telah Dibajak Alien
Ditemukan Ikan Haring Raksasa di Swedia
Kisah Nyeleneh Pendiri Facebook
Isa Dimakamkan di Srinagar India?
Tidak Benar Musik Klasik Jadikan Bayi Pintar
Arkeolog Temukan Saluran Air Zaman Yesus

Minggu, 14 Februari 2010


Minggu, 07 Februari 2010

liburan

liburan saya yang sangat menyenangkan adalah:

waktu di BALI,saya jalan"ke pantai KUTA dan saya di sana melakukan kegiatan liburan.

dan saya di sana bermain pasir pantai bersama teman".

Minggu, 31 Januari 2010

eka&edo

HAI,qw edo
qw anax class VIIC
QW ORANG GAUL